Wednesday, August 8, 2012

Scientists create flexible battery that can be folded

Batteryhttp://www.indianexpress.com, You may soon be able to fold your mobile handset in half or keep it rolled up in your pocket, as scientists have now invented a battery that can be folded.
Scientists from the Korea Advanced Institute of Science and Technology have developed a flexible battery that can be bent and twisted giving the possibility that phones of the future could be flexible and hold more capacity, the Daily Mail reported.
The batteries that power devices have not increased much in capacity through the years, and they are also inflexible in shape meaning so many phones keep the same basic rectangle shape.
The team, led by Professor Keon Jae Lee has developed what they call the 'high-performance flexible all-solid-state battery', which is stable enough to power our phones while still remaining stable.
This opens up the possibility that phones and other devices such as tablets or e-book readers could be folded in half or rolled up for easy storage in your pocket.
"The technological advance of thin and light flexible display has encouraged the development of flexible batteries with a high power density and thermal stability," the KAIST team said.
"Although rechargeable lithium-ion batteries have been regarded as a strong candidate for a high-performance flexible energy source, compliant electrodes for bendable LIBs are restricted to only a few materials, such as organic materials or micro-structured inorganic materials mixed with polymer binders," the researchers were quoted as saying by the paper.
However, until now, the performance of LIBs has not been sufficient either, thereby difficult to apply to flexible consumer electronics including rollable displays.
READ MORE - Scientists create flexible battery that can be folded

Wow, Batan Bisa Produksi Padi Berkualitas

HeadlineINILAH.COM, Bandung - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) merupakan Lembaga pemerintahan non departemen yang menangani masalah nuklir di Indonesia telah lama menghasilkan produksi padi yang berkualitas. Namun potensi yang dimikinya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat di Indonesia.

“Hal tersebut terlihat saat saya mengundang para bupati dan pejabat-pejabat daerah lainnya, ternyata banyak yang tidak tahu keberdaan Batan. Padahal Batan mampu mengahasilakan padi yang berkualitas dan bisa menghasilkan 8-9 ton dan berumur lama. Sedangkan biasanya produksi padi itu hanya mampu 4-5 ton dan umurnya pendek serta sering terkena hama,” kata Menristek Gusti Muhammad Hatta saat ditemui wartawan di Hotel Gran Royal Panghegar, Bandung, Selasa (7/8).

Menristek mengatakan, pada awalnya orang banyak yang tidak tahu. Tapi setelah para pejabat dikumpulkan mereka langsung pada bergerak dalam hal bekerjasama.

“Makanya saya sekarang rajin mengundang bupati dan pejabat lainnya dari beberapa provinsi ditambah dengan kepala-kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) untuk membawanya kedaerah-daerah dalam rangka memperkenalkan teknologi produksi Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Batan juga bergerak dalam bidang pakan ternak dan kesehatan. “Tapi sekali lagi masih banyak yang tidak tahu, maka dari itu dengan hadirnya moment Harteksnas semua masyarakat terutama para pejabat pemerintahan daerah dapat mengetahui serta memanfaatkannya,” tandasnya.[ang]
READ MORE - Wow, Batan Bisa Produksi Padi Berkualitas

Usai Lebaran, Digelar Lagi Uji Statik Roket

Usai Lebaran, Digelar Lagi Uji Statik RoketREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terkait dengan peluncuran Roket RX-550, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang Tedjasukmana, mengatakan usai Lebaran, sekitar akhir Agustus hingga September pihaknya akan melakukan uji statik roket RX-550. Uji statik ini adalah yang kedua kalinya.

"Uji statik roket yang pertama sudah dilaksanakan sebelumnya. Uji roket yang kedua ini merupakan uji di darat untuk mengetahui kinerjanya seperti bagaimana kemampuan daya dorongnya saat akan tinggal landas dan juga kemulusannya saat dinyalakan," katanya, beberapa waktu lalu.

Setelah uji statik bisa dilalui, terang Bambang, maka Roket RX-550 akan diuji penerbangannya, sehingga roket ini bisa diluncurkan. Dalam peluncuran roket tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemda Morotai, Maluku Utara.
Nanti, kata dia, Roket RX-550 akan diluncurkan  dari Morotai yang lokasinya sangat bagus untuk peluncuran roket. Morotai itu letaknya langsung menghadap ke arah Samudera Pasifik, sehingga roket ini bisa langsung dilepas di atas samudra Pasifik untuk keperluan pengukuran atmosfer. “Kami harap peluncuran Roket RX-550 ini ke depannya berjalan lancar,” terangnya.
READ MORE - Usai Lebaran, Digelar Lagi Uji Statik Roket

Supervolcano Italia Bisa Picu Bencana Global

VIVAnews -- Ketika Gunung Vesuvius meletus dahsyat pada 24 Agustus 79, dua kota di sekitarnya, Pompeii dan Herculaneum hancur lebur. Awan panas, hujan batu, dan abu yang membara mengubur keduanya. Dan tragisnya, juga mengabadikan saat-saat terakhir mereka.

Jasad penduduk Pompeii yang diawetkan oleh abu Vesuvius Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Penggalian arkeologis menemukan jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu, dengan segala pose. Menguak jalanan beku, tempat pelacuran yang dipenuhi fresko erotis, dan banyak bukti peradaban kala itu. Ini sekaligus menjadi pelajaran, sepandai-pandainya manusia, ia bisa takluk oleh alam.
Jasad penduduk Pompeii yang diawetkan oleh abu VesuviusTragedi Vesuvius relevan kembali diingat, tak hanya karena ia terjadi di bulan Agustus. Tapi karena keberadaan sumber bencana lain yang lebih dahsyat di seberang Teluk Naples, dekat Pompeii.

Para ilmuwan mengungkap keberadaan gunung berapi super, "supervolcano" tersembunyi, yang bisa membunuh jutaan manusia dalam sebuah bencana dahsyat, yang berkali lipat lebih buruk dari letusan Vesuvius.

Lumpur mendidih dengan uang belerang di area yang  dikenal sebagai Campi Flegrei atau Phlegraean Field,  yang berasal dari Bahasa Yunani yang berarti  "terbakar" -- adalah penandanya.

Campi Flegrei saat ini menjad daya tarik wisatawan di Naples. Namun, para ilmuwan jauh-jauh hari memperingatkan, zona aktivitas seismik intensif, yang dikira sebagai "pintu neraka" oleh orang di masa lalu, bisa menyebabkan  bahaya besar bersifat global, yang bisa merenggut jutaan nyawa.

Atau secara harafiah, jutaan orang  kini tinggal di atas gunung berapi super yang berpotensi meletus di masa depan.

"Area ini bisa menimbulkan letusan yang memiliki efek bencana global, sebanding dengan dampak meteorit besar," kata Giuseppe De Natale, kepala proyek pengeboran dalam bumi untuk memantau "kaldera" cair tesebut.

Sebagai perbandingan, salah satu dampak meteorit besar telah menyebabkan kepunahan dinosaurus 65 juta tahun lalu. Ledakan dahsyatnya melontarkan puing dan debu ke atmosfer, menutupi cahaya matahari. Kegelapan pun menyelimuti bumi.

Untuk mempelajari gunung berapi besar, para ilmuwan berencana mengebor dengan kedalaman 3,5 kilometer di bawah permukaan tanah untuk memantau ruang besar berisi batuan cair panas, sekaligus untuk memberikan peringatan dini soal potensi bahaya jika kaldera selebar 13 kilometer itu erupsi.

Campi Flegrei sejatinya mirip dengan kaldera supervolcano Yellowstone di Amerika Serikat, negara bagian Wyoming, yang bisa menghancurkan dua pertiga AS jika meletus dengan kekuatan penuh. Namun lebih mengkhawatirkan karena area itu dihuni oleh 3 juta orang.

"Untungnya, sangat jarang bagi area seperti ini erupsi dalam kapasitas penuh, sejarang peristiwa meteorit besar menghantam bumi," kata De  Natale kepada Reuters.

"Namun, untuk beberapa tempat, khususnya Campi Flegrei, yang padat penduduk, letusan sekecil apapun akan berisiko bagi masyarakat," kata ilmuwan dari  Observatorium Vesuvius, Institut Geofisika dan Vulkanologi Italia itu. "Itu mengapa  Campi Flegrei mjutlak harus dipelajari dan dipantau."

Namun, proyek yang didanai pihak multinasional, International Continental Scientific Drilling Programme justru dikritik oleh para ilmuwan lokal. Mereka menduga, bisa jadi pengeboran justru memicu erupsi berbahaya.

Bahkan Dewan Kota Baples pernah memblokade proyek tersebut pada 2010 lalu. Namun, walikota baru, Luigi De Magistris memberikan lampu hijau.

De Natale membantah anggapan itu. Dia mengatakan, pengeboran sangat aman dilakukan. Sama dengan alat yang dikirim menghujam ke kedalaman tanah dalam pengeboran tambang yang dilakukan bahkan sebelum tahun 1980-an.
Kaldera Campi Flegrei
READ MORE - Supervolcano Italia Bisa Picu Bencana Global

Lembah Bandung Raya, Silicon Valley Indonesia

BANDUNG, KOMPAS.com
- Komite Inovasi Nasional (KIN) dengan dukungan Institut Teknologi Bandung (ITB) merencanakan pembangunan inkubator teknologi bernama Bandung Raya Innovation Valley.

"Ini semacam innovation park, suatu area di mana pencipta inovasi bertemu dengan industri. Industri buka tempat di sana sementara para inovator menunjukkan karyanya," kata Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi ITB.

Untuk mewujudkan program tersebut, ITB dan KIN sudah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, pemerintah Daerah sudah mendukung program itu.

Wawan menuturkan, pengembangan Bandung Raya Innovation Valley terkait dengan masih adanya jurang pemisah antara dunia akademik dan inovasi di dunia industri. Hasil inovasi yang dimanfaatkan masih minim. "Inovasi yang dimanfaatkan di ITB sendiri masih rendah, mungkin masih sekitar 10 persen," kata Wawan dalam acara media gathering Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Selasa (7/8/2012) kemarin di Bandung.

Kota Bandung dipilih karena sudah memiliki elemen pendukung, di antaranya industri padat teknologi seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan Telkom serta perguruan tinggi.

Wawan masih enggan mengatakan lokasi tepat Bandung Raya Innovation Valley. Meski demikian, peluncuran inkubator itu akan dilakukan segera. "Diharapkan pada tanggal 10 Agustus, bersamaan dengan perayaan Hakteknas yang dihadiri Presiden, ini akan di-launching," paparnya.

Jika Silicon Valley banyak memberi fokus kepada teknologi informasi, tak demikian halnya dengan Lembah Bandung Raya ini. Sebab, menurut Wawan, inovasi di bidang pertanian dan transportasi juga akan digarap.
READ MORE - Lembah Bandung Raya, Silicon Valley Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...