Thursday, September 19, 2013
Sunday, September 15, 2013
Yuk Intip Pusat Penyimpanan Data Facebook
@SurgaBerita - Di Sinilah File yang Agan Upload ke Facebook Disimpan, Saat ini Facebook memiliki pusat penyimpanan data file baru yang terletak di Lulea, Swedia. Tempat ini berisi mesin - mesin penyimpanan berkapasitas raksasa sehingga memerlukan kipas pendingin berkapasitas besar pula yang digunakan untuk menjaga agar sumber daya tetap stabil dan pengguna jejaring sosial kelas dunia ini tetap berjalan lancar ketika diakses oleh para user.

























Sumber : http://www.surgaberita.com/2013/07/yuk-intip-pusat-penyimpanan-data.html#ixzz2euTg9Huk
























Sumber : http://www.surgaberita.com/2013/07/yuk-intip-pusat-penyimpanan-data.html#ixzz2euTg9Huk
Seperti Apa Kehidupan Manusia di Tahun 2023?
@SurgaBerita - Seperti Apa Kehidupan Manusia di Tahun 2023?, Kira-kira seperti apakah kehidupan manusia pada masa 10 tahun mendatang atau tahun 2023? Pastinya teknologi yang diterapkan akan semakin canggih.
Di tahun 2023, diperkirakan 50 miliar benda akan terkoneksi dengan internet yang merupakan peningkatan sebanyak lima kali lipat dari masa saat ini. Banyaknya benda yang terkoneksi internet ini pun memudahkan kehidupan manusia.
"Pada tahun 2023, kita akan mampu merekam, menyimpan dan memutar kembali setiap detik dari kehidupan dalam video kualitas tinggi," demikian prediksi Dave Evans, Chief Futurist Cisco dalam perhelatan Cisco Live 2013 di Orlando.
Layanan kesehatan pun semakin mumpuni. Untuk memantau kondisi pasien dengan lebih detail, produk pil akan terkoneksi dengan internet yang tetap terhubung meski berada dalam tubuh manusia.
Menurut Evans, manusia akan bekerja bersama robot atau avatar untuk meningkatkan produktivitas di kantor. Meeting dengan peserta dari mancanegara pun bukan masalah karena ada perangkat komunikasi yang terkoneksi dengan cloud dan mampu menerjemahkan bahasa dengan seketika.
Perkembangan teknologi bakal dirasakan oleh masyarakat di kota-kota yang dikategorikan pintar. Misalnya melalui sistem yang terkoneksi internet, penduduk akan diberitahu secara otomatis di mana tempat parkir lowong atau rute mana yang paling tepat.
"Dengan banyaknya benda yang terkoneksi internet, kita juga akan melihat mesin mesin membuat jejaring sosial untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah. Rumah atau bangunan yang terkoneksi akan menjadi semacam organisme hidup," tutur Evans.
Cisco sendiri sedang giat berekspansi dan menyiapkan perangkat dalam bisnis internet of everything.Raksasa teknologi networking ini menilai akan semakin banyak benda terkoneksi dengan internet di masa depan.
Sumber : http://www.surgaberita.com/2013/06/seperti-apa-kehidupan-manusia-di-tahun.html#ixzz2euSMyPxz
Wow! Ilmuwan Ciptakan Alat Melihat Tembus Pandang
@SurgaBerita - Wow! Ilmuwan Ciptakan Alat Melihat Tembus Pandang, Fungsi Google Glass kurang 'mengerikan'? Teknologi yang satu ini mungkin akan membuat sebagian orang lebih ketakutan. Pasalnya, dengan perangkat ini orang bisa melihat secara tembus pandang.
Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) bereksperimen dengan sistem yang mereka sebut Wi-Vi. Sistem ini bisa melacak obyek bergerak di balik tembok, menggunakan sistem wireless yang terbilang murah dan sudah tersedia dimana-mana.
Wi-Vi bisa dibenamkan di smartphone atau perangkat genggam khusus. Dina Katabi, profesor yang mengembangkan Wi-Vi bersama mahasiswanya Fadel Adib menyebutkan, sistem ini nantinya bisa digunakan untuk kepentingan hukum atau penyelamatan saat bencana alam.
Meski demikian, menurut Katabi, pengguna gadget pun bisa menggunakannya. Misalnya, ketika seseorang khawatir ada yang mengikuti atau mengintai dari belakang, dia bisa menggunakan gadgetnya untuk mendeteksi apakah ada orang atau tidak di balik tembok.
Untuk saat ini, resolusi sistem Wi-Vi masih rendah. Sebagai gambaran, Wi-Vi versi pertama ini lebih seperti radar yang melacak pesawat, belum memperlihatkan detail seperti sinar X-ray.
Katabi dan Adib sedang berupaya mengembangkan versi dengan resolusi lebih tinggi, sehingga sistem ini bisa mengenali wajah. Namun sebelumnya, menurutnya masyarakat perlu memiliki kebijakan mengenai bagaimana menggunakannya. Tentunya agar masyarakat tidak kaget dan menciptakan kekhawatiran seperti ketika datang Google Glass.
"Seperti semua teknologi di dunia, ini bergantung pada bagaimana kita menggunakannya," kata Katabi seperti dilansir Computer World, Jumat (28/6/2014).
Wi-Vi bekerja dengan mengirimkan gelombang radio Wi-Fi menembus hambatan seperti tembok, kemudian mengukur cara mereka terpantul kembali. Ini mirip dengan cara kerja radar dan sonar, namun tanpa perangkat berukuran besar dan mahal serta frekuensi terbatas.
Setiap kali sinyal Wi-Fi terpantul obyek, bentuk dan susunan obyek tersebut akan mempengaruhi sinyal yang dipantulkan lagi. Namun saat Wi-Fi 'menabrak' dinding, sebagian besar sinyal akan tercermin pada dinding. Saat itulah samar-samar bisa terlihat refleksi orang yang berada di sisi lain tembok.
Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) bereksperimen dengan sistem yang mereka sebut Wi-Vi. Sistem ini bisa melacak obyek bergerak di balik tembok, menggunakan sistem wireless yang terbilang murah dan sudah tersedia dimana-mana.
Wi-Vi bisa dibenamkan di smartphone atau perangkat genggam khusus. Dina Katabi, profesor yang mengembangkan Wi-Vi bersama mahasiswanya Fadel Adib menyebutkan, sistem ini nantinya bisa digunakan untuk kepentingan hukum atau penyelamatan saat bencana alam.
Meski demikian, menurut Katabi, pengguna gadget pun bisa menggunakannya. Misalnya, ketika seseorang khawatir ada yang mengikuti atau mengintai dari belakang, dia bisa menggunakan gadgetnya untuk mendeteksi apakah ada orang atau tidak di balik tembok.
Untuk saat ini, resolusi sistem Wi-Vi masih rendah. Sebagai gambaran, Wi-Vi versi pertama ini lebih seperti radar yang melacak pesawat, belum memperlihatkan detail seperti sinar X-ray.
Katabi dan Adib sedang berupaya mengembangkan versi dengan resolusi lebih tinggi, sehingga sistem ini bisa mengenali wajah. Namun sebelumnya, menurutnya masyarakat perlu memiliki kebijakan mengenai bagaimana menggunakannya. Tentunya agar masyarakat tidak kaget dan menciptakan kekhawatiran seperti ketika datang Google Glass.
"Seperti semua teknologi di dunia, ini bergantung pada bagaimana kita menggunakannya," kata Katabi seperti dilansir Computer World, Jumat (28/6/2014).
Wi-Vi bekerja dengan mengirimkan gelombang radio Wi-Fi menembus hambatan seperti tembok, kemudian mengukur cara mereka terpantul kembali. Ini mirip dengan cara kerja radar dan sonar, namun tanpa perangkat berukuran besar dan mahal serta frekuensi terbatas.
Setiap kali sinyal Wi-Fi terpantul obyek, bentuk dan susunan obyek tersebut akan mempengaruhi sinyal yang dipantulkan lagi. Namun saat Wi-Fi 'menabrak' dinding, sebagian besar sinyal akan tercermin pada dinding. Saat itulah samar-samar bisa terlihat refleksi orang yang berada di sisi lain tembok.
Sumber : http://www.surgaberita.com/2013/06/wow-ilmuwan-ciptakan-alat-melihat.html#ixzz2euRQ8rzH
Microsoft Membeli NOKIA senilai 7.2 Miliar USD
Wow! Akhirnya setelah bersinergi melalui Windows Phone sejak Februari 2011 dan melihat hasil yang cukup bagus, akhirnya Microsoft membeli Nokia pada tanggal 2 September 2013 ini, dengan membeli divisi bisnis perangkat Mobile, layanan maupun lisensi paten di mana nilai unit bisnis Nokia Devices & Services senilai 3.79 miliar Euro dan lisensi paten yang dimiliki Nokia senilai 1.65 miliar Euro dan totalnya adalah 5.44 miliar Euro atau 7.2 miliar USD yang akan dibayar secara cash. Bila dirupiahkan berarti transaksi ini bernilai kurang lebih 79.2 triliun rupiah.
Terlebih dengan strategi penjualan Nokia melalui smartphone murah berkualitas Nokia Lumia 520 yang berhasil memperoleh nilai penjualan cukup memuaskan, lalu inovasi smartphone dengan kamera yang superb seperti Nokia Lumia 1020 yang menjanjikan kualitas fotografis berkualitas dibanding smartphone lain, terlebih untuk lowlight yang memang saat ini merupakan yang terbaik.
Dengan pembelian ini Microsoft akhirnya bukan hanya menjadi perusahaan software tapi juga lengkap hardware dan software terutama di perangkat mobile yang mumpuni di mana kualitas produk Nokia sudah dikenal baik. Aksi pembelian ini pun sudah diperkirakan karena Microsoft memiliki kebutuhan untuk memiliki unit hardware yang handal sedangkan Nokia sendiri sedang mengalami pergolakan keuangan dan sedang berusaha kembali menjadi pemimpin pasar perangkat mobile.
Kita harapkan penggabungan dua kekuatan teknologi raksasa ini menghasilkan produk yang lebih baik bagi para konsumen dan tentu dengan harga yang juga diharapkan lebih baik yah.
Sumber : Beritateknologi.com
Subscribe to:
Posts (Atom)